Wabup Gorontalo Sebut Penanganan Stunting Butuh Intervensi Terpadu dan Berkelanjutan
Coolturnesia – Kabupaten Gorontalo – Wakil Bupati Gorontalo Tonny Junus menyebutan penanganan stunting membutuhkan intervensi terpadu dan berkelanjutan pada peluncuran Literasi Bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah (LEBEGACOR) di Kabupaten Gorontalo, Selasa.
“Masih ada 15.289 keluarga yang berisiko stunting yang harus kita intervensi secara sistematis terintegrasi dan terpadu di Kabupaten Gorontalo,” ungkap dia.
Ia mengungkapkan angka stunting di Kabupaten Gorontalo mengalami tren penurunan dari 34,8 persen menjadi 28,2 persen pada tahun 2025 yang masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 19,8 persen.
Melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terlibat langsung menjadi orang tua asuh bagi keluarga beresiko.
“Sementara itu, program LEBEGACOR yang digagas bersama Bank Indonesia (BI) menyasar penguatan literasi keuangan keluarga,” kata dia.
Menurut Tonny, kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan secara bijak berkaitan erat dengan pemenuhan gizi anak sejak dini.
Ia menilai sinergi antara literasi ekonomi dan intervensi kesehatan adalah kunci dalam melindungi masa depan anak-anak Gorontalo menuju Generasi Emas 2045.
Dalam peluncuran program tersebut, pihaknya yang juga bersinergi dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Bank Indonesia Provinsi Gorontalo dilakukan pula penyerahan bantuan nutrisi secara simbolis kepada keluarga berisiko stunting di Kecamatan Limboto.
Wagub Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting Lewat Launching LEBEGACOR